Monday, November 13, 2006

Alhamdulillah...ga panik



Seperti biasa mikrolet 6A jurusan Gandaria - KP Melayu mulai jalan ketika semua bangku terisi, Alhamdulillah saya tidak harus menunggu lama agar bangku terisi penuh.
Para penumpang rute "special lewat tol" wajahnya sudah tidak asing lagi bagiku, walau tidak setiap hari naik angkutan ini, mereka rata-rata adalah karyawan & mahasiswa.
Untuk seorang seperti saya yang bekerja di tempat yang melewati jalan-jalan macet merupakan suatu penghematan waktu bila naik 6A special. Penggilingan-Pasar Rebo bila di tempuh dengan trayek bis umum biasa akan memakan waktu rata-rata dua jam di pagi hari walau masih dalam satu wilayah Jakarta Timur.
Memang sih akan keluar biaya tambahan, angkot mulai masuk tol dari pintu tol Pedati keluar di Pasar Rebo dikenakan biaya Rp. 4.000. Perbedaan total biaya reguler & special Rp. 3.500,-, Semua itu demi memangkas waktu sekitar 1 jam.
Mobil melaju dengan tenang, kebanyakan ibu-ibu karyawan penumpangnya. Si abang supir langsung mengambil lajur kanan lajur cepat begitu memasuki jalan tol. Berapa banyak pihak mirkrolet 06A harus membayar ke pihak bersangkutan untuk memuluskan jalannya rute special pagi 06A? tumben kepikiran.....sambil berdzikir dalam hati kunikmati perjalanan kali ini dengan melihat-lihat sekitar dan angkotpun berjalan dengan mulus.
Biasanya selama diperjalanan ada saja yangku lakukan ntah membaca, mendengarkan sesuatu atau sekedar melihat-lihat keadaan disekitar sampai dengan tidur...he he he sangkin lamanya tu.
Tiba-tiba terdengar bunyi sesuatu yang keras diiringin dengan suara ibu-ibu yang mulai berteriak-berteriak.....ban pecahhhhhhh.....PANIK!
Alhamdulillah selama perjalanan melewati jalan tol & sayapun berdoa agar tidak kena kecelakaan selama di jalan tol, sering mendengar & menyaksikan tentang hal-hal kecelakan selama di jalan tol....semuanya menyeramkan.
Kali ini mungkin Allah berkehendak lain batinku pasrah sambil tetap berdzikir bersiap menerima keadaan terburuk selanjutnya dan terasa dengan kuat angkot itu terombang ambing, si abang sopir tengah berupaya menguasai stir....Alhamdulillah saya tidak panik sedikitpun tapi suara ibu-ibu itu yang membuat suasana semakin mencekam.
Kiri ke kanan....angkot oleng dalam kecepatan tinggi...ibu berkacamata di sebelah pintu tampak paling panik, bapak berkumis yang duduk di pojok bangku cadangan berteriak agar ibu-ibu itu tidak panik...lumayan mulai mereda, si abang sopirpun mulai dapat mengendalikan angkot itu.
Alhamdulillah jarak kendaraan jauh dengan yang lainnya dan sopirpun sigap mengantisipasi keadaan ini.
Tenang bu kata si abang supir kalau ibu berteriak-teriak seperti itu saya juga jadi gugup, Sekarang saya akan pasang ban serap tolong ibu-ibu menunggu sebentar pintanya. Penumpang keluar untuk mempermudah pemasangan ban serap itu.
Jam menunjukkan pukul 7.45 WIB, wah pagi yang menegangkan..fuihhh.
Ternyata ban yang pecah itu tepat di tempat dudukku sebelah kanan belakang. yah..bisa di duga ban udah gundul & ban serapnyapun gundul pula....Angkot..angkot.
Alhamdulillah semua telah teratasi dan saya sampai dengan selamat di kantor pagi ini.

Wednesday, September 27, 2006

Cah Sawi Tahu Sosis Ayam

Bosan dan jarangnya bertemu dengan sayur yang fresh baru di masak mengilhami diriku buat makanan yang all in one. Apalagi anak kost, sepertinya kudu nrimo dgn masakan para penjual makanan, selain hemat juga sich.

Ramadhan sepertinya kita sedikit melupakan menu yang terdiri dari sayur mayur. Kita lebih konsen dengan makanan pembuka yang cenderung manis, enak juga sih. Kemarin turun ke bawah sehabis jam kerja (kebetulan ada supermarket) cari- cari inspirasi buat menu sehat.

Sambil ingat-ingat bumbu apa aja yang masih ada di kostan, pilah pilih sayur ternyata mahal-mahal...hiks. Brokoli yang mengandung oksidan tinggi itu sudah berapa kali di pegang tp koq ga sesuai budget nih, akhirnya terambil sawi hijau..ehm segar sekali. Beralih ke rak tahu trus pegang tofu, koq ga sesuai lagi dengan budgetnya...halah niat bikin ga sih.Dari penjajakan terpilihlan kandidat barang murah & mudah di olah tapi mau diapin yah?.....bigung.

Waktu terus berlalu antrian dah panjang di kasir segera ngacir bawa blanjaan, lumayan bisa buat iftor & saur. Tidak lupa menu sehat yang lain yaitu buah juga di beli..he he yang murahan di sepanjang trotoar jalan Pasar Rebo. Lebih serunya lagi musim mangga..I luv manggo so much.

Dari hasil hunting diatas adalah:
  • Tahu besar 1 buah
  • Sosis ayam 6 buah
  • Sawi hijau 1 ikat sedang
  • Telur ayam 2 butir
  • Margarin
Bahan yang tersedia di kost:
  • Bawang putih 4 siung kecil
  • Bawang meran 3 siung
  • Cabe rawit secukupnya (klo ada merica bubuk lebih enak)
  • Bumbu penyedap secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Kecap manis secukupnya
Cara memasak:
  • Siapkan bahan-bahan dan potong sesuai kehendak
  • Panaskan margarin pada wadah dgn api sedang, tumis bawang putih 7 bawang merah sampai harum
  • Masukkan tahu & sosis secara berbarengan aduk-aduk tunggu berapa saat sampai tergoreng
  • Masukkan sawi, caberawit, garam, bumbu penyedap & kecap
  • Terakhir masukkan telur aduk sampai telur matang.
  • Siap di santap selagi hangat
Resep untuk 2 porsi

Kira-kira waktu 1/2 jam buat menyiapkan dari memotong sampai menumis cah tahu sosis ini.
Semua bahan bisa dikombinasikan dengan yang lain atau ditambahkan bahan penyedap lain seperti (saus tiram & sejenisnya).

Rasanya .....? ha ha lumayan dech, apa karena laper yah ....hi hi hi tapi kata temen kost lumayan sich (ga tau deh klo yg lain) :P
Alhamdulillah bisa juga makan makanan fresh & cheap one "cah sawi tahu sosis ayam". Satu lagi soal bersihnya terjamin. Walaupun rasanya rasanya ga seperti masakan my mommy & resto.

Saturday, September 16, 2006

Macet itu Peluang


Jam 8.10 baru keluar dari kelas talaqi,harus segera ke terminal K. Rambutan.
Alhamdulillah...langsung ada metro 53, ngasi kode sama abang kondektur buat menunggu diriku menyebrang jalan, cepat kata abang kondektur memanggilku. Rupanya ada bis yang sama di depan, pantesan lirihku.

Adem yang kurasa pertama ketika masuk ke patas AC 73, bis ini akan membawaku ke Budi Luhur. Cepat melesat ketika memasuki jalan tol TB Simatupang, andaikata semuanya begini jalan ini, pasti aku tidakakan ambil keputusan buat ngekost.

Suatu perjalanan yang ane lalui di suatu hari yang panas.

Muacett berarti ada waktu luang buat melakukan suatu itu hal yang sudah tersave dalam memory otakku setiap kali melewati jalan di kota jakarta ini. Selogan itu terpikir pikirkan untuk mengatasi setiap kebosanan yang dilalui selama kemacetan, tentunya selogan itu harus tidak bisa diterapkan pada semua kondisi.

Banyak hal yang bisa dilakukan saat macet itu, macet itu peluang buat melakukan suatu hal. Biasanya tas ini sudah dipersiapkan untuk kondisi macet. Mulai dari aktifitas baca segala hal, mendengar, menghafal, berbicara dengan teman sebelah sampai ke jurus pamungkas terakhir yaitu mengistirahatkan tubuh atau bahasa kerennya tidur.

Monday, August 28, 2006

Hindari Balita dan Anak Kita Dari Kekerasan Seksual

Pertama membaca artikel yang dikemas dalam bentuk ringkas ini saya sangat tertarik dimana di dalamnya terdapat tips yang sangat berguna dapat segera diterapkan guna meminimalisir kekerasan seksual dalam hal ini objeknya adalah anak-anak. Memulai dengan memberi pengertian kepada orang di sekeliling kita termasuk anak akan pentingnya & bagaimana menyiasati hal tersebut.

Suatu hal yang membuat saya miris sekali adalah pelaku-pelaku kekerasan seksual tersebut justru masih berada di sekitar lingkungan keluarga sendiri (seperti ayah, paman, dll) dan bila di lihat dari segi usia pelaku tersebut masih dalam katagori belum dewasa. Semua kita mengetaui hal tersebut bersumber dari informasi-informasi yang berseliwiran di depan mata kita dalam segala bentuk.

Semoga sedikit informasi ini berguna untk kita semua terutama yang memiliki balita & anak .

Hindari Balita dan Anak Kita Dari Kekerasan Seksual

Hampir setiap hari kita membaca, mendengar dan menonton berita tentang kekerasan seksual dan perkosaan terhadap anak dan balita.

Laporan dari Pusat Konsultasi Terpadu RSCM melaporkan bahwa jumlah kasus anak yang dirujuk untuk memperoleh konseling karena perkosaan dan incest (hubungan kelamin antar anggota keluarga) meningkat 100% tahun ini. Sekurangnya ada kasus dalam setiap satu hari.

Salah satu stasiun TV swasta beberapa waktu yang lalu meyiarkan berita tentang seorang ibu muda yang menangisi nasib gadis kecilnya yang berusia empat tahun. “Anak saya mengeluh sakit kalau pipis, lalu saya periksa dan…saya lihat..eh kemaluannya berdarah. Saya tanya apa yang terjadi..Ya Allah!..saya tidak menyangka anak saya “digituin”!, ujarnya lirih dan penjelasan berikutnya tenggelam dalam tangis yang perih.

Hati siapa yang tidak ikut perih mendengarkan kesaksian ibu yang berasal dari desa di Jawa Tengah itu, dan ternyata pelakunya adalah anak tetangga yang baru duduk di bangku SMP!

Stasiun TV lainnya menyiarkan pula rekontruksi perkosaan anak balita yang dilakukan sangat terencana oleh tetangganya juga murid SD kelas V dan VI dan seorang siswa SMP.

Sekarang ini apakah kita tinggal dikota ataukah didesa, keluarga berpunya atau yang hidupnya pas pasan, semua kita sekarang ini dihadapkan pada suatu “bencana besar” yang mengancam: kenyamanan, keselamatan fisik, jiwa dan keimanan anak-anak kita. Mereka dengan mudah bias menjadi korban kekerasan seksual dan perkosaan!

Mengapa semua ini terjadi?

Kekerasan seksual ini bias terjadi karena dua hal:

1. Tidak bisa di pungkiri bahwa kita semua tak mampu membendung arus informasi tentang pornografi yang melanda kehidupan kita baik melalui media cetak maupun elektronik dalam bentuk: berita, sinetron, telenovela, film seri, klip lagu, dialog seputar seks & pergaulan, koran tabloid, komik, vcd & situs porno, bahkan gambar tempel porno yang dimasukkan dalam kemasan jajanan anak!

Semuanya bisa didapatkan dengan sangat mudah dan murah! Sementara mereka yang menonton & membaca informasi tersebut tidak semuanya memiliki iman yang teguh dan pengetahuan yang memadai sehinga mempunyai ketahanan serta control diri yang baik. Jadi bisa saja orang dewasa tersebut atau anak yang lebih besar di sekitar anak kita terpengaruh oleh tontonan atau bacaan porno.

2. Anak nak kita kurang berkali dengan pengetahuan tentang kemungkinan kemungkinan yang terjadi terhadap dirinya bila ia bersama orang lain dan keterampilan untuk menjaga diri dan waspada terhadap bujukan atau ancaman orang lain terhadap dirinya.

Apa itu kekerasan Seksual terhadap anak?

Kekerasan seksual adalah kegiatan atau aktivitas seksual yang dilakukan oleh orang dewasa atau oleh anak yang lebih besar, terhadap anak atau balita. Kegiatan tersebut dapat berupa:

  1. Menunjukkan diri atau kemaluannya
  2. Membelai atau meremas remas anak
  3. Melakukan perkosaan


Bagaimana kita harus bersikap dan apa yang mesti kita lakukan?

1. Meningkatkan kewaspadaan

Dengan semua keyataan yang ada sekarang ini, kita sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dalam pengasuhan anak dan balita kita. Kita mewaspadai dengan siapa anak kita berada, karena di negara mana saja kekerasan dan perkosaan terhadap anak umumnya dilakukan oleh orang dekat dan dikenal anak dengan cara: membujuk atau mengancam.

Jadi kewaspadaan itu diperlukan karena kita tidak dapt mengontrol apa yang telah mereka lakukan sebelum bersama dengan anak kita. Bisa saja mereka menyaksikan atau membaca hal-hal yang porno yang menggugah nafsunya dan menggunakan kekuatan fisik serta kekerasan untuk menyalurkannya.

Anak atau balita kita yang laki-laki atau perempuan memerlukan kewaspadaan yang sama. Oleh sebab itu kalu terpaksa meninggalkan anak dalam pengasuhan orang lain, lakukan pengecekan secara berkala. Pastikan semua aman.

2. Langkahi fikiran atau anggapan: seks itu tabu

Tidak dapat dielakkan bahwa kita dibesarkan dalam budaya bahwa seks itu adalah suatu yang tabu, saru sehingga tidak pantas untuk membicarakan dengan anak. Kalaupun kita ingin membicarakannya, kita tidak tahu bagaimana memulainya, kapan, apa yang akan dibicarakan dan sejauh mana menyampaikannya.

Kendala seperti ini harus diatasi. Kita bukan saja harus mampu membicarakan hal ini dengan anak tetapi juga membuat batasan dan penjelasaan kepada orang-orang yang terlibat dalam pengasuhan anak anak kita.

Untuk mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengkomunikasikan masalah seks ini selain membaca buku buku yang banyak tersedia di toko buku, juga dapat mengikuti workshop dan pelatihan mengenai bicara seks dengan anak yang diselengarakan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati.

3. Menggalang kerjasama didalam dan diluar rumah

· Kerjasama dengan pasangan kita, untuk sepenuhnya bertanggung jawab mengenai pendidikan seksualitas bagi anak anak kita

· Kerjasama dengan orang yang terlibat dengan pengasuh anak: orang tua, anggota keluarga bahkan sopir kita dan

· Kerjasama dengan pihak sekolah dan tetangga. Untuk berhati-hati dan saling memperhatikan dan membantu anak masing masing

Bagaimana mempersiapkan anak kita?

  1. Tingkatkan komunikasi dengan anak

Dengan komunikasi yang baik kita dapat membantu anak untuk:

· Memiliki kesadaran dan ketajaman perasaan terhadap apa yang mungkin terjadi terhadap dirinya.

Kita mengajarkan mereka untuk lebih waspada. Caranya bisa dengan menceritakan peristiwa yang sering terjadi sekarang ini. Tapi gunakanlah kata kata yang sesuai dengan usia dan kemampuan berfikir anak, sehingga tidak membuatnya tegang atau stress. Dalam dialog, usahakan untuk mengontrol benar ekspresi agar wajah tetap rileks dan nada suara yang lemah lembut.

· Meningkatkan harga & kepercayaan dirinya.

Anak diajarkan bahwa diri & tubuhnya adalah suatu yang sangat berharga bagi dia maupun bagi kita dan seluruh keluarga. Untuk itu dia harus menjaga dan memeliharanya dengan baik.

Terhadap anak kita jelaskan sebagai berikut:

“Tidak semua orang boleh menyentuh badan ade yah, terutama dari bagian bahu atas sampai lutut..bagian ini hanya boleh disentuh oleh ibu, ayah, ..dan bibi..

Hal ini tidak susah bagi anak, karena mereka biasanya sangat sensitive dengan miliknya: “Ini punyaku”’”Ini bonekaku, sepedaku, setipku!” Jadi mereka mudah bisa diajarkan untuk merasa berani mengatakan “Ini badanku!, Ini milikku!” Katakan kepada anak:

“Jangan lupa ya sayang, ini badan ade yang paling berharga tidak sembarang orang boleh pegang dan elus-elus badan ade ya, ngertikan?”

2. Mengajarkan anak jenis-jenis sentuhan & cara bereaksi terhadapnya.

Menjelaskan sentuhan ini memang tidak mudah. Tapi karena situasi sudah begini, mau tidak mau kita harus berupaya untuk melakukannya. Katakan pada anak bahwa orang menyentuh kita itu ada 3 cara:

a. Sentuhan yang pantas

Yaitu sentuhan yang dilakukan seseorang karena kasih sayang misalnya mengusap, membelai kepala, membedaki badan.

b. Sentuhan yang membingungkan

Sentuhan yang dilakukan antara menunjukkkan kasih sayang dan nafsu. Misalnya mula-mula mengelus kepala, memeluk lalu tangannya meraba bagian tubuh dari bawah bahu sampai dengan atas dengkul, yang telah kita ajarkan pada anak merupakan bagian yang boleh di sentuh orang lain

c. Sentuhan jelek

Yaitu kalau seseorang meraba-raba paha, dada atau bagian yang dekat dengan kemaluan.

3. Ajarkan anak untuk mempercayai perasaannya

Anak-anak dibekali Allah dengan perasaan yang tajam sehingga dapat mengenali perasaan dan perlakuan orang lain terhadapnya. Anda tentu pernah mengalami perubahan reaksi yang ditunjukkan anak yang anda suka dan anak yang tidak anda sukai. Mereka dapat merasakan perasakan perasaan anda bukan? Atas dasar itu, sebenarnya anak bisa kita ajarkan atau dilatih untuk memperhatikan dan mempercayai berbagai macam perasaan yang dialaminya bila ia berhadapan dengan orang lain apakah itu: menyenangkan, membingungkan atau menakutkan!

Dengan perasaan tersebut dihubungkan dengan sentuhan yang dilakukan orang tersebut terhadap anak. Kita bisa berulang mengingatkan anak:

Contoh:

“Kalau ada orang yang mengelus-ngelus ade, ade rasakan ya, ini orang sentuhannya benar atau tidak, sentuhannya baik atau membingungkan ade. Allah memberikan ketajaman perasaan anak-anak untk mengetahui perasaan orang lain. Jadi kalau ade bingung takut terhadap sentuhan orang, perasaan ade itu benar. Ade harus segera bertindak ya!”

4. Ajarkan anak untuk mengatakan TIDAK, ENGGAK MAU atau JANGAN BEGITU pada anakyang lebih besar atau orang dewasa yang berbuat tidak pantas padanya.

Selama ini kita mengajak anak kita untuk patuh pada orang dewasa lain, dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang yang lebih besar dari mereka. Sekarang kita harus pula menjelaskan kepada anak bahwa untuk keadaan tertentu (tergantung perbuatan orang itu dan pertimbangan perasaannya) anak boleh mengatakan: JANGAN BEGITU, TIDAK, ENGGAK MAU pada orang dewasa atau anak yang lebih besar dari padanya, khususnya bila ia merasa perlu melindungi dan menjaga dirinya.

Bahkan kalau dia merasa terancam, kita memperbolehkan untuk: tegas judes, bahkan bebohong!

Misalnya kita katakan:

“Kalau ade terdesak dan ade sudah bilang “jangan pegang begitu” tapi orang itu masih saja pegang-pegang dan ngelus ade, ade bilang sama orang lain yang ada disekitar situ. Ibu dan ayah bolehkan ade bohong dengan bilang: “Aduh maaf ya om atau mas aku mau pipis dulu, dan ..ade lari ya nak!”

Anda bisa minta anak mencoba mengatakannya mengulang sampai mereka bias. Usahakan anak terampil mengucapkan kata-kata untuk pembelaan dan perlindungan dirinya.

5. Yakinkan anak untuk berbagi rahasia dengan dia

Karena kekerasan seksual dan perkosaan selalu dilakukan dengan bujukan dan ancaman, maka hal ini harus dijelaskan juga kepada anak. Kita juga menyakinkan bahwa kita sebagai orang tua adalah tempat dengan siapa anak bias & harus untuk berbagi rahasia.

“Dek, Biasanya orang yang mau nakalin atau jahatin anak-anak sebesar ade itu suka ngancem atau menjanjikan hadiah dan minta anak-anak untk menjaga rahasianya. Nah dek , itu tidak benar. Kalau ada orang yang suruh ade begitu jangan percaya ya nak… Ade sama mama sangat dekat…dulukan ade ada di dalam perut mama, makan apa yang mama makan, jadi kalau adae punya perasaan yang membingungkan dan menakutkan, mamalah orang yang paling dekat untk ade certain dan berbagi ya nak.”

Sejak itulah berbagi “rahasia kecil” yang bisa anda ciptakan dengan anak, agar anak terbiasa. Misalnya diam diam bagi coklat dan tidak ikut dibagi dengan adiknya.

“Ssst ini rahasia diantara kita ya!”

6. Kenalkan pada anak beda: orang asing, kenalan, teman, sahabat & kerabat.

Sejak kecil anak perlu dibiasakan untuk mampu mengenali & melakukan penilaian terhadap orang disekitarnya, apa yang boleh dilakukan dengan mereka.

Orang asing:

Adalah orang yang tidak kita kenal sama sekali. Tidak boleh terlalu ramah, akrab dan langsung percaya. Kita harus selalu waspada. Misalnya orang yang duduk disamping kita di bus atau ditempat tunggu.

Kenalan:

Orang lain yang kita kenal namanya, pekerjaannya, atau alamatnya. Tapi tidak lebih jauh dari itu. Misalnya tukang koran, tukang sayur dll. Kita harus berhati-hati karena tidak kenal secara mendalam.

Teman:

Kita tahu lebih banyak tentang dia bahkan tau sifat sifatnya. Kita boleh bergaul lebih baik dan mempercayainya.

Sahabat:

Lebih dari sekadar teman, kita sangat mempercayai tetapi tetap dalam batas batas tertentu tidak semuanya kita percaya.

Kerabat:

Adalah anggota keluarga dekat, yang kita kenal betul. Tetapi tetap harus waspada juga. Bagi muslim sejak dini kenalkan mana yang mukhrim dan yang bukan mukhrim (seseorang yang kita tidak boleh nikah dengannya) mana yang bukan, jadi anak tau bagaimana bersikap terhadap mereka.

7. Nyatakan pada anak bahwa orangtua dan keluarga selalu melindungi & menjaga mereka.

Anak harus diyakinkan bahwa ortu dan keluarga dekat sangat menyayangi, melindungi dan mendukung anak apabila ia bertindak sesuai dengan apa yang dirasakan untuk melindungi dirinya. Pernyataan seperti ini sangat diperlukan untuk memberikan rasa aman dan kekuatan dalam diri anak.

8. Genapkan ikhtiar dengan doa.

Sejauh mana mata bisa melihat, tangan bias menjangkau, telinga bias mendengar? Selalu ada saat dimana kita lengah atau tidak mampu, bukan? Setelah semua ikhtiar kita lakukan, selanjutnya adalah berdoa dan pasrah: semoga Allah melindungi anak dan keturunan kita dari bencana. Pada Allah jua kita berserah diri atas keselamatan diri dan keturunan kita.

Di ambil dari artikel yang diterbitkan oleh:
Yayasan Kita dan Buah Hati
Pimpinan Ibu Elly Risman, Psi
Jl. Dei Sartika No. 188 Cawang III

Jakarta Timur
Tlp. 021 8087 1763
Fax. 021 924 6539

Tuesday, August 08, 2006

Doa saudariku di hariku

Ya Rahman Rahim, Tuhan Maha Penyayang...

Dengan luasnya kasih sayangMu yang tak terperi, rahmatilah saudariku ini,

Dekaplah ia dengan hangatnya kasihMu,

Cengkeram ia dengan cintaMu hingga larut seluruh kediriannya.

Sematkanlah dikedalaman kalbunya

bahwa cinta dan kasih sayang yang akan ia taburkan,

hanyalah manifestasi dari agungnya Rahman RahimMu.

Hadiahkan ia indahnya ketulusan mengabdi padaMu dan kepada makhlukMu.

Ya Sami’, Tuhan Maha Mendengar...

Rawatlah pendengaran saudariku ini,

hingga al-Qur’an dan Hadits kekasihMu Muhammad,

adalah gelombang suara terindah yang direkam gendang telinganya

Jarakkan ia dari suara-suara yang menumpulkan hati

dan hanya membimbing kepada permusuhan dan fitnah.

Ya Bashir, Tuhan Maha Melihat...

Karuniakan ia mata yang menangis melihat kerapuhan dan kedzaliman dirinya,

mata yang berlinang ketika melihat penderitaan hamba-hambaMu,

Mata yang basah karena merinduiMu,kangen untuk menatap wajahMu.

Jauhkan pandangannya dari warna warni maksiat yang menggoda,

luruskan tatapannya pada keadilan, ketulusan dan kebenaran.

Bukakan tabir bagi matanya untuk mampu melihat bahwa di setiap apapun saja,

ayat-ayatMu bersembunyi dibaliknya menawarkan kearifan

Ya ‘Aziz, Tuhan Maha Perkasa...

Buatlah darahnya bergolak untuk berjuang dijalanMu,

Panaskan darahnya untuk bersegara

menjemput dan melakukan kebaikan serta pengabdian.

Bekukan darahnya agar tidak mampu melakukan kesalahan dan maksiat

Ya Allah Ya Muqallibal Qulub...

Mantapkan hatinya meniti jalanMu.

Kuatkan batinnya untuk mensetiaiMu dalam kesedihan dan kegembiraan.

Lembutkan hatinya untuk melembuti makhlukMu,

Jadikan hatinya taman bagiMu,

Selalu.gembirakan pula hatinnya dengan mengingatMu tanpa waktu.

Kirimkan kesabaran dikala musibah dan duka menindihnya,

serta bukalah pintu pemecahan dengan selalu bergantung pada cinta dan kekuasaanMu

Ya Mannan, Pemberi anugerah...

Diusianya yang bertambah, tambahkanlah kecerdasan, kebaikan dan ketaqwaannya,

Kurangkan dan hilangkanlah kebodohan, kejelekan, kemalasan dan kedzalimannya.

Anugerahkan ia jiwa qonaah, rendah hati, dan tawakkal,

jiwa damai dan khusyuk disetiap detak nadinya..

Yakinkanlah pada dirinya bahwa bertambahnya umur adalah selangkah menuju kubur.

Bertambahnya umur adalah peluang untuk selalu bersyukur,

karena Allah masih menyediakan waktu untuk

menata diri, sebelum kembali diujung hayat nanti.

SELAMAT ULANG TAHUN

Semoga Allah Robbul ‘Alamin mengabulkan Do’a kudusmu.

Amin…


Syukron ya ukh kosi.

Friday, August 04, 2006

Ketika Peringatan Itu Menghampiriku Lagi



Mungkin karena tidak dibiasakan menjadi sebuah kebiasaan dalam lingkunganku ataupun karena bertambahnya pemahaman ini atau karena aku bukanlah orang yang menyukai keramaian yang khusus dibuat untukku.
Ketika peringatan itu menghampiriku setelah dia berputar menghampiri yang lainnya tidak dipenuhi oleh suatu hal yang tak berguna lebih kepada perenungan dan review akan hal-hal yang telah dilalui.
Dulu terasa bahagia bila ada yang memperhatikanku pada hati itu. Kini hal itu sudah tak berpengaruh lagi karena makna hari peringatan itu lebih menjadi sarana untuk melihat ke dalam secara lebih dalam, lebih jernih, walau hal itu seharusnya dilakukan setiap orang yang merasa muslim disetiap saatnya, muhasabah. Gunanya agar segala sesuatu masih dalam jalur dan bisa melakukan perbaikan-perbaikan disana- sini.
Tadi malam sepertinya Sang Empunya Waktu sepertinya memberikan saat itu padaku, bada menambah ilmu yang mulai susah untuk ditemukan dalam majelis ilmu. Ku temui kostan tempat sementaraku berteduh sehabis beraktifitas gelap hanya terlihat tanaman pot yang basah oleh siraman.

Semua teman tidak ada malam itu, hanya diriku seorang diri. Waktu yang sepertinya khusus untukku, senang sekali bisa dalam kesunyian yang langka bisa kutemukan.
Bermunajat pada-Nya di akhir malam, mulai membuka video ingatanku memasuki lorong-lorong waktuku yang lampau. Walau tak jelas tergambar terlihatlah apa yang telah kulakukan semasa peringatan itu menghampiri hari-hari yang lain.
Apa hanya mengingat?
Apa hanya menangisi?
Apa hanya tertawa?
mengenang waktu itu berlalu
.
.
.
.

Ya Allah Sang Penguasa Waktu
Terimalah segala amalan yang jauh dari kesempurnaan ini.
Ya Allah Sang Pencipta Waktu
Ampunilah segala dosa, maksiat, kedzoliman yang telah kuperbuat baik karena kesengajaanku, kelalaianku, kebodohanku.
Ya Allah Sang penggengam Waktu
Jadikanlah sisa-sisa hariku ini menjadi manfaat bagi agamamu dan orang disekitarku.
Ya Allah Sang Penguasa Waktu
Dari semua itu hanya Ridhomu yan selaluku dambakan

Friday, July 07, 2006

Antara Cilebut dan Pasar Rebo...duh Allah.....

Sudah 2 minggu ini ada acara yang mengharuskan kehadiran di Sabtu pagi. Agar bisa memenuhi semua acara tersebut terjadi perubahan jadwal. Seperti waktu tahsin yang biasanya jam 8 Sabtu pagi di pindah sementara ke waktu Jum'at fajar ( jam 6 pagi).
Ternyata hanya ada 2 kelas di Ju'mat fajar; pratahsin & takhfis, sementara aku di talaqi.

Langsung inisiatif duduk dengan manis di kelas pratahsin, murid cabutan ceritanya. Saat absen tiba aku langsung maju menemui ustzah.

"Afwan ustazah ane mau ijin untuk ikut kelas ini untuk 2 minggu kedepan karena alasan..bla..bla" penjelasanku.
"Anti dari kelas apa?" tanyanya.
"Talaqi" jawabku

Dia diam sebentar sebelum akhirnya bergerak ke kelas sebelah kelas takhfis berbicara dengan pengajar ustazah yang membimbing kelas takhfis. Terlihat mereka berbicara sebentar dan kemudian dengan isyarat melambaikan tangan meminta aku masuk ke kelas takhfis.

Duduk diantara penghafal Alqur'an membuatku malu (maklum hafalan ga nambah-nambah).
Melirik ke sekeliling mengenali anggota kelas sambil memberi senyuman. Ane rina..

Ini minggu kedua aku memasuki kelas itu. Tetap sama membuatku malu & insya Allah jadi pemacu agar lebih giat demi hal yg wajib untuk dipelajari. Semakin kenal dengan kelas ini, termasik dengan seorang ibu yang sudah mempunyai anak yang duduk di bangku SD, Mba Sumirah.

Ada lagi seorang ibu separuh baya kira-kira menjelang 60 thn, subhanallah damai hati ini bila melihat wajahnya juga tulus senyumnya menyapa ramah diriku. Di dalam kelas ia adalah yang tertua mungkin seusia dengan tanteku. Sekali lagi..Subhanallah semangatnya untuk belajar memang sangat patut di tiru kita-kita yang katanya masih tergolong muda ini.

Kelas berakhir dan aku segera bergegas untuk langsung ke kantor. Sesampai dipemberhentian bis bertemu dengan mba Sumirah lagi, rupanya kami satu jurusan. Di dalam bis mulai kami saling mengakrabkan diri lagi, maklum kelas takhfis selalu serius.

"Turun dimana Rin? tanya mba Sumirah mengawali percakapan
" di PP, mba turun di mana?" tanyaku balik

Dari pertanyaan ini mulailah rasa kekagumanku muncul pada mba satu ini. Dia mulai menceritakan perjalanan yang musti dia tempuh untuk sampai ke tempat kami belajar.
Dia bertempat tinggal di Cilebut, biasanya dia menggunakan kereta reguler dari sana menuju lembaga Quran tempat kami belajar.

Tepatnya sebelum subuh dia harus sudah sampai di stasiun untuk dapat masuk kelas tepat waktu. What????? jam segitu udah harus menunggu kereta batinkun. Katanya itu kereta ke 2 apa bila dia telat sedikit maka keterlambatan sudah jad jaminan.

Dia sudah berkeluarga dan di karuniai 3 anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, tentunya tau berapa sibuk dia mempersiapkan segala suatunya dulu sebelum melangkah keluar dari rumah. Persiapan harian untuk keperluan suami maupun anak, tapi semua di jalanin dengan senang hati.....Subhanallah.

Cambuk yang sangat keras buatku agar menjadi lebih terpacu bersemangat bila teringan jarak antara Cilebut- Condet, yang harus diawali berada di stasiun sebelum adzan subuh......

Monday, June 19, 2006

Foto Pesanan Di Aksi One Man One Dollar

Riuh suara itu semakin terdengar jelas, dari meja pak Han han, temen pada mengerubungi beliau bak gula di semutin.......cieee, ada apa yah???? Ada kabar gembira dari Mr. Han han ..finally dia akan menyempurnakan 1/2 diennya.

Jadi inget kejadian beberapa bulan lalu, bapak yang satu ini tiba-tiba buzz YMku. Kaget & heran ane dibuatnya biasanya kita jarang pm-pman klo ga ada yg urgent atau dia balas kasi komentar massage yang ane kirim ke list YM group kantor.

"Ada apa pak? " kataku

"Nanti aja klo ruang anti udah ga ramai" balasnya

Wah makin penasaran ane. " Knapa ga sekarang aja sih lewat YM!" cobaku mendesak, alwasil ga mempan pak han-han tetap cool bilang nanti.

Suasana ruang marketing lengang saat pak Han han masuk & dengan gaya seperti akan maling dia mengendap-ngendap. Memberi tanda agar ane ga heboh dia berjalan ke sisi tembok yang menghalangi penglihatan orang lain dari dalam ruang ini.

" Kenal dia ga katanya?" sambil mengeluarkan secarik foto, sampil celingak celinguk takut kelihatan yang lain.

"Sapa pak?" belum beranjakku dari mejaku sambil melihat foto itu

"Sini, jangan sampai kelihatan orang lain" tampak gusar dia. Ku dekati foto yang di perlihatkannya itu.

Ehm...dia lagi proses rupanya & dia mo menanyakan apakah diriku ini mengenalnya. Ku perhatikan foto akhwat itu...i know her..she is my friend Diah.

"Ya ane kenal dia pak, ada yang bisa ane bantu ?" jawabku.

"Dimana anti kenal dia?" tanyanya

"Dia itu temen SMP ane dulu trus sekarang satu DPRa di rumah ane, ha ha ha lagi proses yah sama dia" kataku sambil melirik wajahnya yang malu-malu.

langsung tak promosiin aja Diah...bla..bla bla..bla..bla, dia menyimak dengan serius tp ada suatu sepertinya dari wajahnya, ketidakpuasan informasi dari ane.

"Bisa minta tolong cariin foto terbaru dia sekarang ga?" Kalimat inti itu akhirnya terlontar juga.

"Bukannya udah ketemu pak sama akhwatnya?" tanyaku bingung

"Hm...udah tapi tidak se-update sekarang keadaannya" sambil memperperlihatkan sekali lagi maksudnya. I know what u means Mr. Han han.

"Bisakan?" Pintanya lagi.

Ane kebetulan jadi sie dokumentasi dalam beberapa acara dia DPRa, sepertinya ada foto dia yang ane ambil & itu up date tentunya.

Saya mau yang terbaru akan di perlihatkan ke orang tua di rumah, saya segera akan balik ke Tasik untuk itu.

Teringat akan ada aksi "One Man One Dollar" yang akan diadakan Sabtu besok. Mau yang paling up date bisa..ane bisa ambilin koq saat aksi besok. "Asal ane dimodalin camera, deal?" kataku padanya

"Deal, besok ane" kasi katanya

Aksi itu sungguh ramai peggalangan dukungan akan rakyat Palestine yang terkena boikot. Ane punya dua misi dalam hunting kali ini, ha ha ha dengan camera pinjeman itu.

Hiks camera itu ternyata error duh! memory cardnya cuma bisa hunting 13 foto man!

Haiyah gimana ini? Tring....baru inget punya kodak manual semi otomatis yang masih ada filmnya itu walau tinggal beberapa foto aja teringat pikiran tadi malam tapi sekarang kedua camera itu dah di tangan ane.

Ketemu juga dengan jeng Diah trus cipika cipiki, Waw she look happy hari itu...ha ha ha ane tau sebabnya.

Mulai beraksi cari posisi yang baik dari objek "pesanan itu" mulai dari dekat sampai pakai zoom. Waduh tak di sangke dengan situasi yang sangat ramai ga ada ruang bebas buat bergerak mencari sudut yang pas buat ambil pesenan itu (maklum requestnya seluruh badan.

Posisi dimana sekarang, sudah dapat belom fotonya, saya ada di .... bunyi sms pak Han han. Sedang diusakan pak batinku berkata..sabar pak.

Pesenan selalu nempel berada di dalam kerumunan akhwat DPRaku lengkap bercadar ala aksi. Mulai putus ada dapetin gambar pesenan ku alihkan pandangan ke seluas mata memandang. Mulai beraksi bak fotografer profesional ha ha ha ha sok gaya banget deh, jepret sana jepret sini. Sambil berusaha ambil sebisanya foto pesenan itu.

Lelah, keringat mengalir bagaikan air kran cos hari itu sangat panas & ditambah lagi berada di kerumunan lautan manusia yang membuat kelembabann udara makin tinggi. Terbayang bagaimana saudara-saudara seiman di Palestina sana membuat suasana itu tak terasa. Maju terus ! Allahu Akbar!!!.

Selang berapa lama terdengar kabar-kabar dari teman bahwasannya pak Han han segera menggenapkan 1/2 diennya. Alhamdulillah kabar tersebut bukan dari ane tapi dari orang lain, cos ane janji dengan dia to keep that information until dia yang bilang sendiri ke public.

Alhamdulillah...senang dengar kabar itu. Ane doaken agar kalian berdua menjadi keluarga........ SMART..... yang selalu menjadikan ridhanya Allah sebagai tujuan dari hidup kalian.....Amin... :)

Friday, May 19, 2006

Lah Lamo Indak Manulih


Lah ampia duo bulan awak indak mencigok blog ko.....Rasonyo kaku tangan katiko mancubo manulih....susah bana. Sabagai urang nan sadang baraja manulih awako haruih rajin manulih sabananyo, macam papatah sajo rajin manulih pangka kayo....eh salah awak...tapi macam itulah gadang samangaik saketek karajonyo.
Insya Allah awaklah punya bahan dan mancubo ka manulih taruih, doakan dun sanak sadonyo semoga awak bataguh hati tuak manulih.

Tuesday, April 04, 2006

Tunggu Pembalasan kami......

Sayup-sayup terdengar suara heboh...hmmm milik sapa yah itu suara? oiyah Farah temen satu kamarku. Ada nama Harun terus Tomo disebut sebut dengan nada kecemasan, bairlah... kembaliku coba tidur..zzzzzzz..zzzzzz...kembali tenang.
Mba Rina...Mba Rina..bangun bangun kita perlu bantuan mba nich, terkejut mendengar suara melengking dari Farah sembari membuka mata. Silau man mataku kena cahaya lampu kamarku yang belum dipadamkan.
"Ngapain sih malam gini minjam uang, besok juga bisakan" bisikku dalam hati sambil membangunkan badan belum 100% ngumpul ini.
"Lah sudah pada rapi semua pada mau kemana?" tanyaku ke farah yang sedang sibuk menyiapkan tas, begitu pula yanti dia malah sudah beres dengan jaketnya.
"Tomo, mba dia kena DBD trombositnya turun sampai dengan 5000" ujar Farah
"Dia sedang diantar Harun ke RS. Haji karena kondisinya yang gawat itu, tapi dia lagi ga punya uang" tambah yanti.
Teringat cerita dari temen tentang Tomo yang baru merintis keluarga baru tersebut.
"Ayo mba cepetan kita tungguin nich, kita butuh dana dari mba rina karena kita blom pada gajian semua" kalimat Farah tersebut membuatku tersentak...saudara seiman itu sedang krisis dan membutuhkan DP untuk masuk ke RS.
"Tapi mengapa harus ke RS.Haji ga ke Rs. Pasar Rebo aja. Bukannya ada link dari teman-teman perawat disana, Yanti salah satunya" ah sudahlah bukannya ini darurat sambil berfikir segera ku kenakan jilbab kaos, jaket baru ISDN (cieee mumpung cocok suasananya), kaos kaki..lengkap apa lagi oh ya HP, dompet..tas kecil...sip atu lagi buku siap tempur neh.
Blue Team adalah sekelompok kumpulan manusia yang bergerak dalam kesehatan masyarakat duafa. Mereka terdiri dari dokter, perawat dan orang-orang yang rata berusia muda yang idealis abiss dan berdakwah melalui bidang medik dengan menyediakan jasa bagi pengobatan ataupun tindakan medis seperti sunatan bagi kaum duafa. Ada dr. Koes yang idealis banget, Farah, Yanti," Gang akhwat gembira", Pak Sofyan yang baek hati, ada Dodi si anak TI yang nyasar,Tomo yang kalem dll, satu lagi ada...ehm..ini dia neh biang kerokkkkkkkkkkkkkk dari semua semuanya Harun si anak FKM UI.
Segera kami tinggalkan rumah menuju ke Rs. Haji. Jalan bertiga di tengah larut malam membuat kami jilbaber menjadi perhatian orang-orang (apa kegeeran yah).
Semua sibuk dengan pikiran masing-masing sepi mencekam seiring angin malam yang mengalir menyapa wajahku.
Terbanyang lokasi gawat darurat di Rs. Haji, ada istri Tomo yang sedang mengandung itu tampak terkulai lemah tampak Harun & pak Sopyan yang lunglai menunggu di luar ruangan UGD...ya Rabbi limpahkan mereka kesabaran dalam menghadapi cobaan-Mu ini.
Berjalan terburu..sepi..akhirnya sampai di tepi jalan raya pasar rebo. Terdiam lagi kami bertiga. Naik apa kita ? angkot 15A masih ada ga? (ya naik mobil masa helicopter senggah batinku).Kami putuskan menunggu taxi saja lebih aman untuk akhwat-akhwat ini.
Hening menunggu, ada suara dari mana yah.. oh Hp Farah..pandangan kami mengarah kepada sumber suara itu.
Wa'alaikumsalam......diam....sudah sampai di mana Run?......diam kita lagi nunggu taxi nih.....diam...diam... lagi (koq lama sih) ada yang berubah dari pemilik HP itu......apanya berubah? wajahnya! jadi menegang seperti benda yang siap meledak.1...2...3...... Haruuuuuuuuunn!!!!! akhirnya terdengar letusan gunung merapi eh suara Farah deh. Diriku masih belum memaknai kata yang keluar dari Farah itu. KITA KENA APRIL MOP!!!! kalimat ini terdengar ...sepersekian detik..otakku mengolah kalimat itu....mencerna..maklum seperti setengah mimpi.
Di tepi jalan raya pasar rebo di tengah malam yang dingin terlihat 3 orang akhwat yang tengah menahan energi besar agar tidak meledak......alias marah-marah sama ikhwan yang namanya Harun. Keterlaluan ikhwan itu! mengakhiri kekesalan sambil mengeluarkan nafas panjang.
Tunggu pembalasan kami..tiga sekawan ini...(ciieee Carlie Angel neh ceritanya)



Intinya sih don't be panic kali yah klo ada situasi seperti itu, walau mempunyai ilmu kalau panik akan buyar semuanya ga kritis lagi.

Thursday, March 23, 2006

Gigiku dulu tak begini....

Tadi malam waktu mengosok gigi ada yang ganjil terasa...apa ya? trus ngaca...wah tambalan gigiku pecah.
Teringat kata dokter gigi langganan bila nanti tambalannya pecah atau bagaimana segera pergi check up ulang.
Langsung pagi aku putuskan uantuk ke dr gigi, Ku pikir-pikir sudah lebih dari enam bulang tidak mengunjungi tempat yang bagi sebagian orang amat menyeramkan itu. Mungkin Allah kasi peringatan lewat pecahnya tambalan gigi ini.
Pernah temanku bela-belain ga datang ke dokter gigi walaupun sakit yang dideritanya akibat sakit gigi sudah tak tertahan. Semua karena image dokter gigi yang menyeramkan mungkin karena perlaratan & tindakannya itu.
Alat bor yang terbuat dari besi dan berbunyi membuat gigi mgilu mengeluarkan bunyi "nging....nging...nging " saat beradu dengan gigi yang sakit.
Ada lagi dengan alat terbuat dari besi berbentuk batang yang ujungnya meruncing dan membengkok. Kalau benda itu tengah bergerilya di gigi yang sedang sakit bisa dirasakan sensasinya yang dasyad....bagai tersambar gelombang voltase tinggi tiba-tiba badan kaku ketika alat tersebut menyentuh syaraf gigi yang sedang sakit, masya Allah deh sakitnya (seperti lirik lagu lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi ...he he he terbalik yah).
Genetik gigiku yang mengikuti gigi ibu memang membuatku harus extra hati-hati. Dengan stuktur yang tidak kokoh alias rapuh membuat gigiku mudah berlubang atau patah. Di tambah lagi dengan pola makan yang menyukai makanan manis. Kesalahan fatal lainnya sewaktu kecil aku tidak dibiasakan untuk menyikat gigi sebelum tidur, membuat makhluk-makhluk mikro organisme kegirangan karena diberi fasilitas VIP buat menghancurkan gigi.
Al hasil dari pola hidup tak sehat itu sudah ada korban gigi yg harus di cabut & di tambal demi menjaga kelancaran proses sistem pencernaanku. Sedih & menyesal banget rasanya tapi apa gunanya bila hal tersebut telah terjadi. Dokter gigiku pernah berkata jangan menunggu gigimu berlubang sampai besar segera kunjungi dokter gigi , be
rikan waktu khusus bagi benda ajaib yang indah bak mutiara ini.
Apabila terdapat keganjilan segera ke dokter gigi yang expert tetap akan mempertahankan gigi kita walaupun tinggal bagian akarnya saja dia akan tetap mrngusahakan agar gigi tersebut tetap bisa di pergunakan. Dengan kata lain jangan mau bila dokter gigi menyarankan gigi kita dicabut tanpa alasan yang penting sekali.

Pelajaran yang dapat dipetik dari hal tersebut:

  • Sempatkan diri untuk memeriksakan gigi selama 6 bulan sekali, apabila bermasalah tidak ada kata untuk menunda-nunda pergi ke dokter gigi.
  • Perhatikan pola makan diri (biasakan untuk tidak mengkonsumsi makanan yang berlebihan dari rasa & suhunya ( terlalu manis,asam, terlalu dingin atau panas)
  • Perhatikan cara diri membersihkan gigi, seperti menyikat gigi dengan teknik yang benar & efisien atau memakai alat bantu seperti benang gigi lebih baik dari pada memakai tusuk gigi.

Pagi tadi ternyata bukan hanya pecah tambalan gigiku juga sudah ada bibit lubang kecil pada gigi yang lain yang perlu segera di tambal. Dzolim sekali diriku ini tidak merawat pemberian Allah yang Subhanallah besar manfaatnya.
Pagi tadi terdengar bunyi "ngeng...ngeng...ngeng". Alat bor itu beraksi di gigiku, dirapikan bekas pecahannya ditambal lagi kemudian di ukir mengikuti struktur lekuk gigi atasku. Jangan pakai untuk makan dulu giginya sampai dengan 24 jam pesan dokter cantik yang menangani gigiku.
Ups harus ingat-ingat nih..........

Thursday, March 09, 2006

Metoda Menghafal dan Mempertahankan Ingatan


Telah dilaporkan oleh Tirmidzi dan Hakim bahwa Sayidina Abbas pernah menemani Rasulullah saw ketika Ali Ra datang dan berkata,"Wahai Rasulullah saw, engkaulah yang paling kusayangi melebihi bapak ibuku. Aku berusaha menghafal Al-Quran tapi tidak dapat melakukannya karena hilang dari ingatanku".

Rasulullah saw kemudian bersabda, "Maukah kamu kuterangkan metode yang bermanfaat bagimu dan orang-orangyang mengikutimu?. Engkau nanti akan
sanggup mengingat apa yang kau pelajari".


Kemudian Rasulullah bersabda," Ketika tiba malam yang mendahului Jum'at, bangkitlah di sepertiga malam terakhir, karena itu adalah waktu yang terbaik dari seluruh malam, sebagaimana ini adalah waktu yang telah dinantikan oleh Nabi Yaqub as, ketika beliau berkata kepada anak-anaknya, bahwa Allah swt akan mengangkatnya sebagai Nabi, dan setiap doa-doa orang yang beriman akan dikabulkan".


Ibnu Abbas ra melaporkan bahwa setelah 5-7 Jum'at kemudian, Sayidina Ali Ra mendatangi Rasulullah saw dan berkata," Sebelumnya aku biasa mempelajari kurang lebih empat ayat tetapi aku tak bisa mengingatnya. Sekarang aku mempelajari 40 ayat dan aku bisa mengingatnya seolah-olah aku melihat Al-Quran yang terbuka dihadapanku. Sebelumnya ketika aku mendengar sebuah hadist lalu mengulanginya, aku tak dapat mempertahankannya. Namun sekarang aku mendengar hadist dan ketika aku meriwayatkannya kepada yang lain, aku tak
kehilangan sepatah katapun".

Special buat penyemangat diri yang telah lama frustasi cos hapalan ga nambah2.
di kutip dari sini

Wednesday, March 08, 2006

Masalah Pendidikan Jiwa

1. Takut kepada Allah dan Menahan Jiwa dari Maksiat

Allah swt. berfirman, “Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)” (an-Naazi’aat: 40—41)

Imam Qurthubi menuturkan perkataan Mujahid untuk mengomentari firman Allah pada ayat ini, “Yaitu takutnya di dunia kepada Allah azza wajalla ketika berada di lembah-lembah dosa dan ia terperosok di dalamnya. ‘Dan menahan diri dari keinginan hawa nafsu’, yaitu menahan dari maksiat-maksiat dan hal-hal yang diharamkan.”

Hawa nafsu yang ganas dan keras menutupi fungsi akal dan mengendalikannya. Dibutuhkan kekuatan yang besar untuk menghancurkannya, yang berpusat pada takut kepada Allah, takut dengan terbukanya segala kesalahan di hari kiamat, takut dengan kesengsaraan di dunia dan akhirat. Demikianlah bagaimana para tabi’in mendidik jiwa mereka dan mengikutinya dengan takut kepada Allah, bersama dengan itu disertai rajaa` ‘mengharap’ ampunan dan rahmat-Nya. Dan hal itu terealisasi dengan mempelajari ilmu-ilmu tentang akhirat; mulai permasalahan alam kubur sampai masuk tempat akhir: surga atau neraka. Pembelajaran yang terperinci terhadap hal-hal yang berhubungan dengan akhirat membantu untuk menanamkan rasa takut di dalam jiwa.

2. 2. Membentuk Jiwa yang Sabar

Allah swt. berfirman, “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya.”(al-Kahfi: 28)

Jiwa asalnya cenderung menyuruh kepada kejahatan, dan di antara karakteristiknya enggan beriltizam dan te
rikat, tetapi senang berpindah-pindah dan lepas dari kendali, walau kendali itu bermanfaat baginya di akhirat. Jiwa juga tidak suka diperintah seseorang terhadap yang dibencinya, atau membatasi gerakannya. Oleh karenanya, ia memberi kecintaan pada pemiliknya untuk santai dan berleha-leha.

Diriwayatkan dari Imam Basyar al-Hafi r.a., ia berjalan bersama seseorang di jalan, kemudian temannya itu merasa haus, maka ia berkata kepadanya, “Kita minum dari air sumur ini?” Maka Imam Basyar berkata, “Sabarlah sampai sumur yang lain.” Dan ketika mereka sampai di sumur yang dimaksud, Basyar berkata kepadanya lagi, “Nanti sampai sumur yang lain.” Dan ia terus mengulanginya. Kemudian ia menoleh kepada temannya itu dan berkata, “Demikianlah kita memutuskan dunia.”

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengomentari kejadian ini dengan berkata, “Siapa yang memahami keberadaan ini, ia akan mengungkapkan alasan untuk tidak melakukan sesuatu dan berlemah lembut kepadanya, dan menjanjikan yang indah untuk menjadikan kesabaran atas apa yang telah diemban. Sebagaimana beberapa ulama salaf mengatakan kepada jiwanya yang menyuruh kepada yang jahat, ‘Demi Allah aku tidak ingin melarangmu dari yang kamu sukai ini kecuali karena ingin mengendalikan keinginanmu yang buruk.’”

Pengendalian ini merupakan azab Allah ta’ala terhadap hawa nafsu. Dan ini adalah salah satu faktor yang mendorong para sahabat r.a., kemudian para tabi’in untuk memerangi jiwa, dari yang tidak disenangi dengan larangan, terhadap apa yang dikehendaki dan dicintai hawa nafsu.

3. Mengendalikan Nafsu

Nabi saw. bersabda dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, “Surga ditutupi (dihijab) dengan hal-hal yang dibenci, dan neraka ditutupi dengan syahwat-syahwat.” (HR Bukhari)

Dalam riwayat Bukhari, surga seolah menjadi tertutup dengan hijab, dan hijab ini bukan dari kulit atau sutera atau jenis-jenis kain penutup lainnya, tetapi ia terhijab dari hal-hal yang dibenci. Oleh karenanya, itu bukan satu penutup tetapi banyak. Dan hijab yang beragam dengan corak-corak yang beragam, serta warna-warni yang berbeda, karena pada setiap musibah ada warna tersendiri, pada setiap ujian ada corak tersendiri. Maka, tidak mungkin seorang mukmin sampai ke surga, kecuali dengan menyingkap hijab-hijab ini seluruhnya.

Penyingkapan hijab-hijab itu terkadang membutuhkan waktu yang lama. Secara tersendiri, ini adalah usaha “mengendalikan jiwa” yang terkadang melenceng di sepanjang jalan. Dan sulitnya menyingkap hijab-hijab dari hal-hal yang dibenci ini, acap kali mendorong pemiliknya untuk bermalasan dan santai. Ridha terhadap aib yang ada pada jiwa mereka dan atas apa yang diajukan untuk akhirat, tanpa adanya tambahan.

Pengendalian tidak disukai jiwa dan juga tidak selaras dengannya, tetapi kita tidak mempunyai pilihan lain, kecuali melakukan metode ini, jika kita menginginkan barang dagangan Allah yang mahal (surga), walau jiwa kita tidak biasa mengikuti metode ini; sebagaimana jiwa-jiwa generasi pertama dan para tabi’in yang terbiasa pada kebaikan; sebagaimana ditunjukkan Imam yang konsiten, Amirul Mukminin dalam ilmu hadits, Abdullah ibnul Mubarak ketika ia berkata, “Orang-orang saleh pada masa lalu, jiwa mereka selalu mengikuti kebaikan dengan sendirinya, sedangkan jiwa kita hampir selalu mengikuti yang dibenci. Oleh karenanya, kita harus membenci jiwa yang mengajak kepada yang dibenci.”

4. Menjaga dari Sifat Kikir

Allah swt. berfirman, “Dan siapa yang dipelihara dari ke
kikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (al-Hasyr: 9)

Imam al-Qurthubi berkata, “Kikir dan bakhil (asy-syukh dan al-bukhl) adalah sama. Beberapa ahli linguistik mengatakan bahwa
kikir (asy-syukh) lebih keras daripada bakhil (al-bukhl).” Namun yang benar, “Kikir adalah bakhil dengan sangat tamak. Dan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kikir dengan zakat yang bukan wajib, seperti silaturahmi, menghormati tamu, dan yang sejenis dengan itu. Dan bukan termasuk kikir atau bakhil yang menginfakkan untuk hal itu. Dan barangsiapa yang merasa luas jiwanya dan tidak berinfak terhadap apa yang telah kami tuturkan dari zakat-zakat dan ketaatan-ketaatan tersebut, maka ia tidak dipelihara dari kekikiran.”

Dengan pemahaman yang menyeluruh ini, Imam al-Qurthubi mendefinisikan
kikir. Jika demikian, kikir tidak seperti yang dipahami orang-orang bahwasanya kata mereka ia adalah khusus yang diinfakkan manusia pada zakat yang wajib, dan sedekah kepada orang-orang fakir dan miskin serta orang-orang yang membutuhkan, tetapi ia menyeluruh, meliputi infak dalam ketaatan-ketaatan dengan seluruh jenisnya. Dan, yang paling buruk dari jenis ini adalah kekikiran jiwa pada larangannya untuk mengerjakan amal-amal ketaatan yang dapat mendekatkannya menuju surga.

Dan
kikir termasuk sifat utama jiwa, yaitu jiwa yang menahan pemiliknya dari segala yang mendekatkan kepada Allah swt. dan yang mengantarkannya ke surga. Juga sebaliknya, ia tidak mencegah pemiliknya untuk memberikan pada syahwat dan hawa nafsu yang menjauhkan dari Allah ta’ala, serta untuk mendekati neraka-Nya. Dan barangsiapa yang mampu melawan dan mengalahkan atas apa yang diinginkan dari keengganan melakukan amal-amal kebaikan, ini akan menyampaikannya kepada rahmat Allah menuju surga dan ia termasuk orang-orang yang menang.

5. Tawakal

Dari Muhammad bin Abi Imran berkata, “Aku mendengar Hatim yang tidak dapat mendengar ditanya seseorang, ‘Dengan apa engkau membangun perkaramu dalam bertawakal kepada Allah?’ Ia berkata, ‘Pada hal-hal berikut: aku tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan oleh selainku, maka tenanglah jiwaku; Aku tahu bahwa amalku tidak akan dikerjakan oleh selainku, maka aku sibuk dengannya; Aku tahu kematian pasti mendatangiku kapan saja, maka aku berisap-siap untuk itu; Aku tahu, aku tidak pernah lepas dari pandangan Allah di mana pun aku berada, maka aku malu kepada-Nya jika terlihat sedang melakukan maksiat.’”

Para ulama berbeda pendapat mengenai makna tawakal. Namun, pendapat mereka semua bermakna menyerahkan segala sesuatu kepada Allah ta’ala dan dengan keyakinan atas kekuasaan-Nya dapat memenuhinya, juga dengan menampakkan sebab-sebab untuk mendapatkan sesuatu yang dimaksud (ikhtiar), serta melepaskan diri dari bergantung pada sebab-sebab itu, dan bergantung pada yang menjadikan sebab-sebab itu, Dialah Allah ta’ala. Empat hal yang dituturkan seorang zahid, Abi Hatim yang tidak dapat mendengar, adalah bukan definisi tawakal, tapi itu adalah dasar budi pekerti yang dibangun ulama dalam hal tawakal.

6. Introspeksi Diri

a. Menghinakan Jiwa yang Menyuruh pada Kejahatan


Introspeksi ini tidak mungkin dimulai tanpa perhatian dan siaga terhadap gerak-gerik jiwa ini. Menghinakannya sebelum dihinakan oleh orang-orang lain dan sebelum mencari aib-aib mereka. Dan, ini adalah pintu masuk untuk mengintrospeksi jiwa yang diperingatkan seorang zahid, ahli ibadah, Abu Sulaiman ad-Darani, ketika ia ditanya Ahmad bin Abil Hiwari: “Fulan dan si fulan tidak berada dalam hatiku (baca: tidak aku sukai).” Ahmad bin Abil Hiwari berkata, “Dan tidak pula pada hatiku. Tetapi semoga kita datang dari hatiku dan hatimu; dan kita tidak mempunyai kebaikan dan bukannya kita tidak mencintai orang-orang saleh.”

b. Musuh yang Bodoh

Kalau Imam ad-Darani memperingatkan Ibnu Abil Hiwari saja, Yahya bin Mu’adz memperingatkan sekelompok pengikutnya dengan keteladanan, di mana ia berkata kepada mereka, ”Di antara kebahagian manusia adalah membe
rikan pemahaman kepada musuhnya, tapi musuhku tidak mempunyai pemahaman.” Dikatakan kepadanya, “Siapakah musuhmu?” Ia menjawab, “Jiwaku yang menjual surga yang di dalamnya terdapat kenikmatan yang abadi dengan syahwat yang hanya sesaat.”

Musuh yang bodoh ini berbahaya bagi jiwa, ketika menghiasi manusia dengan kepalsuan dunia, menghiasi dan mempermudah untuk melakukan syahwat-syhawat, serta meremehkan hakikat suatu kejahatan. Inilah peperangan seorang mukmin dengan jiwanya yang menyuruh berlaku jahat dan yang melupakannya terhadap nikmat-nikmat surga, juga menutup mata kepadanya, dan mengutamakan baginya kenikmatan dunia yang sementara.

c. Selalu Siaga

Ia menghinakan jiwanya dalam setiap keadaan dan tidak meninggalkan tempat bernafas yang ia bisa bernapas di dalamnya. Tidak juga memberi kesempatan untuk berburu di dalamnya dan menutup seluruh sektor-sektor yang luas di mana jiwa dapat berkeliling dan mendapatkan tempat untuk melakukan kejahatan. Namun, generasi sekarang tidak mempunyai kesiagaan seperti generasi tabi’in.

d. Jenis Introspeksi yang Lain

Orang tidak menyangka bahwa introspeksi terbatas pada introspeksi terhadap maksiat dan peremehan terhadap bahaya maksiat atau yang sejenis dengannya. Padahal, introspeksi meliputi berbagai hal, sampai pada ketaatan, ketika takut keistiqamahan pada jalan ini terpengaruh dengan perasaan bangga diri yang melupakan pemberi taufik, Allah swt. dan meremehkan orang lain dari kebenaran. Inilah jenis introspeksi yang diungkapkan kepada kita dari Ibrahim bin al-Asy‘ats dari ‘Abidil Haramain (Imam Malik) dalam khalwat (menyendiri) bersama jiwanya.
Wallahu a’alam bish-shawwab.

Dikutip dari buku : Madrasah Pendidikan Jiwa


Thursday, March 02, 2006

Derita Urang Baraja Manulih

Sodara-sodara kadang kala bila ikhtiar telah dijalankan ada saja halangan untuk menuju tujuan. Hal itulah yang menimpa ane...hiks..hiks..hiks. Niatan & ikhtiar untuk baraja manulih itu memang tidak mudah. Faktor-fator pendukung memang harus ready sadayana. Sudah 3 tulisan yang ane kerjakan semua itu terilhami secara on the spot. Tema yah yang mudah mudah dulu aja, seperti aktifitas keseharian tapi semua jadi tertunda & ilham on the spot itu segera memuai dari otak ane..buyarrrrr (maklum tidak terkonsep dengan baik).

Komputer ini memang sudah sering membuat masalah yang berdampak berat luar biasa.....(gini nasibnya user only). dek Andi* si web master yang sekarang rajin saum itu sering ketiban pulung dari ane, dimintai tolong sama ane..moga Allah membalas jasa baikmu dek...amin ya rabbal a'lamin. Itu pula yang menjadi alasan ane untuk join ke Mulimah-IT biar kagak gaptek amat. Dipertengahan penulisan tiba-tiba tiba duania gelap eh salah monitor gelap alias hilang semua tulisan itu....hiks..hiks..hiks. Banyak temen IT yang bilang di lembiru aja komputermu itu, teganya trus ane kerja pakai apa? harus ketemu sosusi selain solusi lembiru itu sambil mengepalkan tangan..semangat! (apa minta yang baru kali yee sambil ngelirik boss ).

Dapat di tebak setelah itu aktifitas restart harus dilakukan utnung kerjaan sudah di setting . Ane harus menuliskannya dulu di tempat lain baru di salin di sini atau rajin ngesave sabagai draff dulu, biar ga hilang dadakan....Status YM (hiks..hiks..hiks..sabar, sabar, sabar, sabar).

Udah ah mo sholat Asyar dulu.

*Salah satu gawean dek Andi

Saturday, February 11, 2006

Minta Didoain

" Mba, aku tolong di doain yah " kata temen sekamarku Farah, " gw juga Rin jangan lupe " Hetty berceloteh menimpal. "Aku juga mba" sambung Yanti. Mereka semua pasti lagi puyeng mikirin jawaban tes PNS saat ini.
Tentulah semuanya ane doakan, bukankah sebagai seorang muslim kita harus mendoakan saudara kita. Doa yang terbaik tentunya.
Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi mereka, tentunya yang terbaik untuk mereka bukan hanya PNS yang penuh, ngetop dgn birokrasi & praktek kebobrokan anak bangsa itu. Walaupun bisa jadi PNS akan menjadi tempat bekerja mereka yang baru.
Ane berharap mereka jadi ikan yang tidak akan terasini oleh iklim sakit yang sudah stadium IV di lingkungan PNS tsb. Ane berharap juga mereka dapat menjadi pelukis yang menebarkan warna-warna indahnya seorang da'i, sehingga terwarnai lingkungan itu. Amin Ya Rabbal A'lamin.....



Wednesday, February 08, 2006

Urgensi Menguasai Ilmu Syariah

Beberapa waktu terakhir ini, kebutuhan akan ilmu keislaman khususnya syariat Islam terasa sangat kuat. Sebab semakin hari umat ini semakin sadar pentingnya syariat Islam untuk dijadikan landasan dalam kehidupan. Secara lebih rinci, berikut ini adalah beberapa pandangan yang ikut mendorong pentingnya kita mengusai syariah.

1. Mengenal Syariah : Bagian dari Identitas Ke-Islaman Seseorang

Seorang muslim dengan seorang non muslim tidak dibedakan berdasarkan KTP-nya. Juga bukan berdasarkan ras, darah, golongan, bahasa, kebangsaan atau keturunan tertentu.Tetapi berdasarkan apa yang diketahuinya tentang ajaran Islam serta diyakini kebenarannya.

Tidak mungkin seorang bisa dikatakan muslim manakala dia tidak mengenal Allah SWT. Dan tidak-lah seseorang mengenal Allah SWT, manakala dia tidak mengenal ajaran-Nya serta syariat yang telah diturunkan-Nya.

Sehingga mengetahui ilmu-ilmu syariat merupakan bagian tak terpisahkan dari status keislaman seseorang. Maka sudah seharusnya seorang muslim menguasai ilmu syariah, karena syariat itu merupakan penjabaran serta uraian dari perintah Allah SWT kepada hamba-Nya

2. Allah SWT Mewajibkan Setiap Muslim Belajar Syariah

Mempejari Islam adalah kewajiban pertama setiap muslim yang sudah aqil baligh. Ilmu-ilmu ke-Islaman yang utama adalah bagaimana mengetahui MAU-nya Allah SWT terhadap diri kita. Dan itu adalah ilmu syariah. Allah SWT berfirman :

...Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ulama) jika kamu tidak mengetahui (QS. An-Nahl : 43)

Paling tidak, setiap muslim wajib melakukan thaharah, shalat, puasa, zakat dan bentuk ibadah ritual lainnya. Dan agar ibadah ritual itu bisa syah dan diterima oleh Allah SWT, tidak boleh dilakukan dengan pendekatan improvisasi atau sekedar menduga-duga semata. Harus ada dasar dan dalil yang jelas dan kuat. Karena ibadah ritual itu tidak boleh dilakukan kecuali sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Dan penjelasan secara rinci dan detail tentang bagaimana format dan bentuk ibadah yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh beliau hanya ada dalam syariat Islam.

3. Syariah Adalah Kunci Memahami Al-Quran & As-Sunnah

Sumber utama ajaran Islam adalah Al-Quran yang terdiri dari 6.600-an ayat dan Al-Hadits yang berjumlah ratusan ribu hadits. Namun bagaimana mengambil kesimpulan hukum atas suatu masalah dengan menggunakan dalil-dalil yang sedemikian banyak, harus ada sebuah metodologi yang ilmiyah

Ilmu syariah telah berhasil menjelaskan dengan pasti dan tepat tiap potong ayat dan hadits yang bertebaran. Dengan menguasai ilmu syariah, maka Al-Quran dan As-Sunnah bisa dipahami dengan benar sebagaimana Rasulullah SAW mengajarkannya.

Sebaliknya, tanpa penguasaan ilmu syariah, Al-Quran dan Sunnah bisa diselewengkan dan dimanfaatkan dengan cara yang tidak benar. Ilmu Syariah adalah kunci untuk memahami Al-Quran dan As-Sunnah dengan metode yang benar, ilmiyah dan shahih.

Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa pencuri harus dipotong tangannya, pezina harus dirajam, pembunh harus diqishash dan seterusnya. Memang demikian zahir nash ayat Al-Quran. Namun benarkah semua pencuri harus dipotong tangan ? Apakah semua orang yang berzina harus dirajam ? Apakah semua orang yang membunuh harus dibunuh juga ?

Di dalam Syariah Islam akan dijelaskan pencuri yang bagaimanakah yang harus dipotong tangannya. Tidak semua orang yang mencuri harus dipotong tangan. Ada sekian banyak persyaratan yang harus terpenuhi agar seorang pencuri bisa dipotong tangan. Misalnya barang yang dicuri harus berada dalam penjagaan, nilainya sudah memenuhi batas minimal, bukan milik umum dan lainnya. Bahkan kriteria seorang pencuri tidak sama dengan pencopet, jambret, penipu atau koruptor.

Demikian juga dengan pezina, tidak semua yang berzina harus dihukum rajam. Selain hanya yang sudah pernah menikah, harus ada empat orang saksi lakil-laki, akil, baligh, dan menyaksikan secara bersama di waktu dan tempat yang sama melihat peristiwa masuknya kemaluan laki-laki ke dalam kemaluan perempuan. Tanpa hal itu, hukum rajam tidak boleh dilakukan. Kecuali bila pezina itu sendiri yang menyatakan ikrar dan pengakuan atas zina yang dilakukannya. Dan yang paling penting, hukum rajam haram dilakukan kecuali oleh sebuah institusi hukum formal yang diakui dalam sebuah negara yang berdaulat.

Dan hal yang sama juga berlaku pada hukum qishash dan hukum-hukum hudud lainnya. Sebuha tindakan hukum yang hanya berlandaskan kepada satu dua dalil tapi tanpa kelengkapan ilmu syariah justru bertentangan dengan hukum Islam sendiri.

4. Ilmu Syariah Adalah Porsi Terbesar Ajaran Islam

Dibandingkan dengan masalah aqidah, ahlaq atau pun bidang lainnya, masalah syariah dan fiqih menempati porsi terbesar dalam khazanah ilmu-ilmu ke-Islaman. Bahkan yang disebut dengan `ulama` itu lebih identik sebagai orang yang ahli di syariah ketimbang ahli di bidang lainnya.

Sehingga sebagai ilmu yang merupakan porsi terbesar dalam ajaran Islam, ilmu syariah ini menjadi penting untuk dikuasai. Seorang muslim itu masih wajar bila tidak menguasai ilmu tafsir, hadits, bahasa Arab, Ushul Fqih, Kaidah Ushul dan lainnya. Tetapi khusus dalam ilmu syarriah khususnya fiqih, nyaris mustahil bila tidak dikuasai, meski dalam porsi yang seadanya. Sebab tidak mungkin kita bisa beribadah dengan benar tanpa menguasai ilmu fiqih ibadah itu sendiri.

Memang tidak semua detail ilmu syariah wajib dikuasai, namun untuk bagian yang paling dasar seperti masalah thaharah, shalat, nikah dan lainnya, mengetahui hukum-hukumnya adalah hal yang mutlak.

5. Tinginya Kedudukan Orang Yang Menguasai Syariah

Allah SWT telah meninggikan derajat orang yang memiliki ilmu syariah dengan firman-Nya :

...Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Maidah : 11)

Sehingga tampuk kepemimpinan skala mikro dan makro menjadi hak para ahli ilmu syariah. Seorang imam shalat diutamakan orang yang lebih mendalam pemahamannya. (afqahuhum). Bukan yang lebih tua, sudah menikah, lebih senior dalam struktur pergerakan, lebih tenar atau lebih punya kepemiminan. Namun imam shalat hendaklah orang yang lebih faqih dalam masalah agama.

Demikian juga hal yang terkait dengan kepemimpinan umat, yang lebih layak diangkat adalah mereka yang lebih punya kepahaman terhadap syarait. Sejak masa shahabat dan14 abad perjalanan umat, yang menjadi pemimpin umat ini adalah orang-orang yang paham dan mengerti syariah. Paling tidak, para khalifah dalam sejarah Islam selalu didampingi oleh ulama dan ahli syariah

6. Tidak Paham Syariah Adalah Akar Perpecahan

Para ulama syariah terbiasa berbeda pendapat, karena berbeda hasil ijtihad sudah menjadi keniscayaan. Namun mereka sangat menghormati perbedaan diantara mereka. Sehingga tidak saling mencaci, menjelekkan atau menafikan.

Sebaliknya, semakin awam seseorang terhadap ilmu syariah, biasanya akan semakin tidak punya mental untuk berbeda pendapat. Sedikit perbedaan di kalangan mereka sudah memungkinkan untuk terjadinya perpecahan, pertikaian, bahkan saling menjelekkan satu sama lain.

Hal itu terjadi karena seseorang hanya berpegangan kepada dalil yang sedikit dan parsial. Tetapi merasa sudah pandai dan paling benar sendiri. Padahal dalil yang diyakininya paling benar itu masih harus berhadapan dengan banyak dalil lainnya yang tidak kalah kuatnya. Jadi bagaimana mungkin dia merasa paling benar sendiri ?

Paling tidak, dengan mempelajari ilmu syariah, kita jadi tahu bahwa pendapat yang kita pegang ini bukanlah satu-satunya pendapat. Di luar sana, masih ada pendapat lainnya yang tidak kalah kuatnya dan sama-sama bersumber dari kitab dan sunnah juga. Maka kita jadi memahami perbandingan mazhab di kalangan para fuqaha, sebab mereka memang punya kapasitas untuk melakukan istimbath hukum dengan masing-masing menhaj / metodologinya

7. Keberadaan Ahli Syariah Sangat Menentukan Eksistensi Umat Islam

Agama Islam telah dijamin tidak akan hilang dari muka bumi sampai kiamat, namun tidak ada jaminan bila umatnya mengalami kemunduran dan kejatuhan. Sejarah membuktikan bahwa mundurnya umat Islam terjadi manakala para ulama telah wafat dan tidak ada lagi ahli syariah di tengah umat.

Sebaliknya, bila Allah SWT menghendaki kebaikan pada umat Islam, niscaya akan dimulai dari lahirnya para ulama dan kembali manusia kepada syariat-Nya.

8. Tipu Daya Orientalis dan Sekuleris Sangat Efektif Bila Lemah di Bidang Syariah

Racun pemikiran Orientalis dan Sekuleris tidak akan mempan bila tubuh umat diimunisasi dengan pemahaman syariah

Bila tingkat pemahaman umat terhadap syariah lemah, maka dengan mudah pemikiran orientalis akan merasuk dan menjangkiti fikrah umat. Sebaliknya, bila umat ini punya tingkat pemahaman yang mendalam terdapat ilmu syariah, semua tipu daya itu akan menjadi mentah.

Pemahaman syariat Islam akan menjadi filter atas kerusakan fikrah umat. Sebaliknya, semakin awam dari syariat, umat ini akan semakin menjadi bulan-bulanan pemikiran yang merusak.

9. Tanpa Ilmu Syariah Bisa Melahirkan Sikap Ekstrim Membabi Buta

Sikap-sikap ekstrim dan keterlaluan dalam pelaksanaan agama seringkali menimpa banyak umat Islam. Barangkali niatnya sudah baik, yaitu ingin menjalankan ajaran agama. Tetapi bila semangat itu tidak diiringi dengan ilmu syariah yang benar, sangatbesar kemungkinan terjadi kesalahan fatal yang merugikan.

Dahulu di masa shahabat ada seorang yang terluka di kepala. Seharusnya dia tidak boleh mandi karena parah sakitnya. Namun dia berjunub pada malamnya dan pagi hari dia bertanya kepada temannya, apakah dia harus mandi atau tidak. Temannya mengatakan bahwa dia harus mandi. Lalu mandilah dia dan tidak lama kemudian meninggal. Betapa sedih Rasulullah SAW tatkala mendengar kabar itu. Sebab teman yang memberi fatwa itu bertindak tanpa ilmu dan menyebabkan kematian. Padahal seharusnya dalam kondisi demikian, cukuplah dengan bertayammum saja. Maka dia sudah boleh shalat. Tidak wajib mandi junub meski malamnya keluar mani.

10. Keharusan Ada Sebagian Dari Ummat Yang Mendalami Syariah
Kalau kita bandingkan antara jumlah orang awam dan jumlah para ulama, kita akan menemukan perbandingan yang jauh dari proporsional. Dengan kata lain, ulama di masa sekarang ini termasuk `makhluk langka` bahkan nyaris punah.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan atas jasa mereka selama ini, namun kenyataanya bahwa kebanyakan tokoh agama serta para penceramah yang kita dapati masih minim dari penguasan secara mendetail dalam kisi-kisi ilmu syariah. Tidak sedikit dari mereka yang sama sekali buta bahasa arab. Dan otomatis rujukan satu-satunya hanya buku terjemahan saja. Bahkan ketika membaca Al-Quran pun tidak paham maknanya. Apalagi membaca hadits-hadits nabawi. Dan jangan ditanya bagaimana mereka bisa merujuk kepada kajian syariah Islam dari para fuqaha sepanjang sejarah, karena nyaris semua literaturnya memang dalam bahasa arab.

Lalu kita bisa pikirkan sendiri bagaimana kualitas umatnya bila para tokoh agama pun masih dalam taraf yang kurang membahagiakan itu ?

Maka memperbanyak jumlah ulama serta menyebar-luaskan ilmu-ilmu syariah menjadi hal yang mutlak dilakukan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT tentang keharusan adanya sekelompok orang yang berkonsentrasi mendalami ilmu-ilmu syariah.

Tidak sepatutnya bagi mu'minin itu pergi semuanya . Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.(QS. At-Taubah : 122)

11. Masuk Islam Secara Kaaffah : Mustahil Tanpa Syariah
Sebagai muslim yang baik, komitmen dan konsisten dalam memeluk agama Islam, tentu kita tahu bahwa kita wajib menerima Islam secara kaaffah, tidak sepotong-sepotong. Allah SWT telah memerintahkan hal dalam firman-Nya :

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.(QS. Al-Baqarah : 208)

Tapi bagaimanakah kita bisa menjalankan Islam secara kaaffah, kalau kita tidak bisa membedakan manakah diantara perbuatan itu yang termasuk bagian dari Islam atau bukan ?

Sebab seringkali kita dihadapkan kepada bentuk-bentuk pengamalan yang disinyalir sebagai islami, tetapi kita tidak tahu kedudukan yang sesungguhnya. Katakanlah sebagai contoh mudah misalnya tentang memahami perbuatan Rasulullah SAW. Apakah semua hal yang dilakukan oleh beliau itu menjadi bagian langsung dari syariat agama ini ? Ataukah ada wilayah yang tidak termasuk bagian dari syariat ?

Lebih rinci lagi, kita dapati dalam hadits bahwa Rasulullah SAW naik unta, minum susu kambing mentah, istinja` dengan batu, khutbah memegang tongkat, di rumahnya tidak ada wc dan seterusnya. Apakah hari ini kita wajib melakukan hal yang sama dengan beliau sebagai pengejawantahan bahwa Rasululah SAW adalah suri teladan ? Apakah kita juga harus naik unta ? Haruskah kita minum susu kambing yang tidak dimasak dahulu ? Apakah para khatib wajib berkhutbah sambil memegang tongkat ? Dan tegakah kita berintinja` hanya dengan batu ? Dan haruskah kita buang air di alam terbuka, karena dahulu Rasulullah SAW melakukannya ?

Tentu kita perlu merinci lebih detail, manakah dari semua perbuatan dan perkataan beliau SAW yang menjadi bagian dari syariah dan mana yang secara kebetulan menjadi hal-hal teknis yang tidak perlu dimasukkan ke dalam ajaran agama ini. Dan untuk itu, harus ada sebuah metodologi yang bisa dijadikan patokan. Metodologi itu adalah syariat Islam.

Dengan syariat Islam, kita bisa memilah dan menentukan manakah dari diri Rasulullah SAW yang menjadi bagian dari ajaran Islam. Dan manakah yang bukan termasuk ajaran selain hanya faktor kebetulan dan teknis semata.

Penutup

Itulah beberapa hal yang perlu kita renungkan bersama. Betapa syariat Islam ini memang perlu kita pelajari dengan sebaik-baiknya. Tidak perlu menunggu dan membuang waktu. Sekaranglah waktu yang tepat untuk mulai belajar. Semoga Allah SWT memudahkan jalan kita masuk surga karena kita telah menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu keislaman selama di dunia ini.

Hanadallahu Wa Iyyakum Ajma`in